Cara Membeli Saham, Panduan Lengkap Untuk Investor

Cara primary saham untuk pemula berikutnya adalah dengan membeli saham dari bank ataupun industri shopper items. Perusahaan semacam ini memiliki usaha yang senantiasa dibutuhkan masyarakat, sehingga akan dapat menghasilkan laba stabil ataupun bahkan meningkat di setiap tahunnya. Umumnya, perusahaan sekuritas yang memiliki reputasi baik dan dipercaya sudah memiliki sistem buying and selling sendiri yang bisa diunduh dan pasang di ponsel pintar. Biasanya aplikasi tersebut juga mencangkup berbagai informasi seperti pergerakan saham dari perusahaan peserta. Untuk pemula, kamu bisa memilih perusahaan sekutitas yang memperbolehkan setorang awal paling tidak di bawah Rp 5 juta. Kamu juga perlu mempertimbangkan biaya transaksi yang ditawarkan.

Padahal, kebanyakan mereka sudah mengeluarkan banyak uang demi bermain saham. Merdeka.com – Cara major saham bagi pemula demi meraih keuntungan memang perlu dilakukan dengan teknik khusus. Bagi pemula, bermain saham, tak boleh gegabah dalam mengambil keputusan karena hal tersebut akan terkait dengan dana yang diinvestasikan. Bagi pemula, kamu bisa memilih saham-saham yang tergabung dalam pada indeks LQ45 atau IDX30. Kamu juga sangat perlu memahami keuntungan dan risiko yang biasa terjadi di dalam investasi saham.

Memperlajari saham

Dan semua itu membutuhkan proses waktu yang cukup panjang, bukan hanya dalam semalam seperti membangun one thousand candi. Jika Anda merasa tidak punya waktu, perhatikan pernyataan Lo Kheng Hong. Beliau menyebut dirinya “sleeping shareholder” karena tidak memelototi pergerakan harga saham.

Sedangkan Unilever Indonesia dengan kode saham UNVR adalah perusahaan consumer items terbaik di Indonesia dengan berbagai merek produk rumah tangga yang sangat terkenal. Nilai kapitalisasi pasar UNVR pada periode yang sama adalah sebesar Rp283 triliun dan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp5,4 triliun. Seperti dibilang tadi di atas, risiko investasi saham sangat tinggi.

Misalnya buku Benjamin Graham yang berjudul the Intelligent Investor. Di dalam buku ini, Benjamin Graham mengajarkan tipe-tipe investor khususnya ketika sedang menunggu waktu yang tepat untuk menebak saham yang memiliki valuasi murah meriah. Walau sedang bersemangat primary saham, jangan lupa juga untuk mengamankan masa dengan dengan melakukan diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi diperlukan karena saham merupakan instrumen investasi dengan risiko yang cukup tinggi.

Mungkin waktu pasang posisi beli, harga tidak “termakan market” karena harganya naik. Misalnya anda beli saham ICBP, pasang pada harga pasar saat itu misalnya 10ribu. Namun di bursa ada banyak antrian lain sebelum anda antri beli, dan sebelum sampai di antrian anda, harga saham naik. Dan sampai akhir hari tersebut harga saham ICBP tidak turun ke harga 10ribu. Jadi, bukan saham anda yang hilang, tapi antrian posisi beli anda tidak tereksekusi. Perhitungan keuntungan dengan modal tersebut tidak akan terlalu besar.

Belakangan jagat media sosial sedang ramai membahas mengenai investasi bodong yang melibatkan monetary planner yang melakukan salah satu tugas manajer investasi. Buku ini menyoroti tentang perubahan di industri reksa dana, bagaimana spekulasi menginvasi sistem pensiunan, dan kebutuhan standar federal dari kewajiban fidusia. Dari buku inilah, Buffett mendapatkan kebiasaannya menginvestigasi suatu perusahaan dengan teliti sebelum berinvestasi. Melansir dari CNBC, Sang Peramal dari Omaha ini bahkan menyebutkan jika membeli buku Intelligent Investormenjadi investasinya yang terbaik.

Semisalnya kamu beli saham per lembar Rp2000 lalu menjualnya kembali dengan Rp2500, tentu kamu akan mendapatkan keuntungan Rp500 untuk setiap lembarnya. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi atau bertanya dengan pihak sekuritas jika investor masih pemula, seperti bagaimana cara membeli saham yang disesuiakan dengan modal yang dimiliki. Investor harus menyetorkan dana awal ke nomor rekening dana investor atau RDI. Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki ketentuan yang berbeda-beda untuk besaran dana awal yang harus disetorkan. Namun demikian, lantaran risikonya yang tinggi, investasi saham juga bisa memberikan imbal atau keuntungan yang tinggi, baik dari dividen maupun kenaikan harga saham.

Gampangnya saya cuma trading/investasi di saham Top 10 dari LQ45 saja. Kebanyakan mengandalkan feeling dikombinaksikan dengan News saja. Kalau saham yang diincar sudah terasa murah/terutama ketika harganya turun banyak, saya beli. Saya juga belum terbiasa menyimpan suatu saham hingga berbulan-bulan.

Niko