4 Tips Liburan Aman Di Tengah Pandemi Covid

Berlibur boleh saja, tapi Anda harus yakin bisa menjalani protokol kesehatan sebaik mungkin. Ini tidak hanya untuk melindungi Anda, tapi juga masyarakat lain di sekitar Anda. Hal ini diharapkan menjadi information akurat bagi kunjungan wisatawan di masa pandemi sehingga membantu tim satgas untuk melakukan tracing contacts apabila terjadi kasus Covid-19 saat mereka berada di Bali. Selain aman karena terhindar dari kerumunan,campingbersama keluarga di rumah juga dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga dan sejenak melupakan aktivitas yang tremendous padat.

Moms bisa memilih taman yang tidak terlalu jauh dari rumah agar tetap aman. Untuk staycation, pilih vila atau rumah sewa untuk digunakan bersama keluarga. Jangan lupa siapkan permainan seru untuk menciptakanquality timedan membangunbondingantar anggota keluarga. Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 12 Tahun 2020 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan transportasi laut dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Atau bersih, sehat dan aman terutama dari ancaman COVID-19 dan tetap ramah lingkungan. Selain lebih aman, kalian tentu saja tidak akan terlalu capek menempuh perjalanan jauh untuk menikmati liburan. Cek juga apakah destinasi wisata yang akan kalian kunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan atau belum. Selalu gunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, atau menggunakan hand sanitizer. Terapkan protkol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menggunakan hand sanitizer, dan jaga jarak.

terbilang aman karena enggak melakukan perjalanan jarak jauh yang tentunya bikin kita deg-degan di tengah pandemi saat ini. Tidak disarankan untuk pergi berlibur dengan keluarga besar, atau bahkan keluarga dari teman atau kerabat di masa pandemi ini. , masker cadangan, tisu disinfektan dengan kadar alkohol 70%, hingga sabun anti bakteri dibawa agar dapat liburan dengan mematuhi protokol COVID. Madiunpos.com, MADIUN – Banyak cara dilakukan untuk menghabiskan weekend. Beberapa orang memang memilih menghabiskan waktu di rumah saja untuk memutus rantai persebaran Covid-19.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia mencatat, hingga April 2020, total kerugian industri pariwisata Indonesia mencapai Rp eighty five,7 trilun. Ribuan resort dan restoran terpaksa tutup, begitu pula dengan sejumlah maskapai penerbangan dan tour operator yang ikut alami kerugian. Sementara itu, pakar kreatif strategi pariwisata usulkan pemerintah bangun new regular destinantion. Dilansir dari satgascovid19.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional membagikan 6 cara mengurangi risiko penularan saat liburan.

Cara aman untuk berlibur ditengah masa pandemik

Tapi buat kamu yang sudah rindu sekali untuk melakukan perjalanan, ada tipe traveling yang direkomendasikan untuk kamu nih, yaitu Road Trip. Tenang, ada tips-tips untuk street trip aman di tengah pandemi virus corona, lho. Penting juga membaca aturan yang ditetapkan daerah yang dituju, seperti keharusan membawa surat keterangan sehat atau penggunaan masker dan faceshield untuk si kecil.

Tetaplah menjaga jarak dengan pengunjung lainnya saat mengunjungi tempat wisata di tengah pandemi Corona saat ini. Ini berguna untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan virus Corona. Meskipun merasa tubuh dalam keadaan sehat, Anda tetap berpotensi tertular Covid-19. Jangan lupa untuk membawa peralatan pribadi, seperti alat sholat, handuk, sikat gigi, tempat minum, dan alat makan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencegah kemungkinan penularan virus Covid-19 dari barang-barang yang dipakai bersama.

Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 ini tentunya bukanlah liburan seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Liburan kali ini sungguh berbeda, dan harus melihat pada beberapa hal demi keselamatan anak-anak yang rentan terpapar virus. Hal pertama yang wajib traveler lakukan adalah mencari informasi mengenai kondisi Corona di destinasi tujuan. Salah satunya memastikan standing daerah tersebut tergolong zona merah atau zona hijau. Pastikan tempat yang akan kamu kunjungi saat liburan merupakan kota ataupun negara yang aman ya. Lihat pula tingkat kasus positif dan penyebaran virus tersebut di tempat itu.

Dalam situasi tanggap darurat ini, rasanya bukan waktu yang tepat untuk melakukan promosi secara langsung . Terlebih lagi jika memberikan diskon atau potongan harga agar masyarakat bersedia melakukan perjalanan wisata di masa pandemi ini. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, jumlah wisatawan yang mengunjungi kota kembang pada 2020 sebanyak three,2 juta, naik dari tahun sebelumnya sebanyak 7,four juta. Angka tersebut terbilang tinggi mengingat kondisi pandemi yang membatasi untuk berwisata.

Niko